Cara Mengurangi Ketergantungan pada Komisi GoFood dan GrabFood
Aplikasi delivery tetap berguna buat ditemukan pelanggan baru, tapi tiap pesanan kena komisi. Ini cara bikin kanal pesan langsung tanpa berhenti pakai GoFood atau GrabFood.
Kebanyakan pemilik warung dan kafe nggak benar-benar berhenti pakai GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood, dan memang nggak perlu. Aplikasi delivery itu etalase yang ramai: orang yang belum pernah dengar nama tokomu bisa nemuin kamu karena lagi lapar dan buka aplikasi. Masalahnya bukan di aplikasinya. Masalahnya muncul kalau SEMUA pesanan, termasuk dari pelanggan yang udah kenal dan sering balik, harus lewat sana dan kena potongan komisi.
Artikel ini membahas cara menghitung berapa sebenarnya komisi itu buat tokomu, pelanggan mana yang layak dipindah ke kanal sendiri, dan langkah-langkah praktis supaya dua kanal bisa jalan bareng tanpa saling ganggu.
Hitung dulu: berapa yang sebenarnya hilang tiap pesanan
Tiap pesanan lewat aplikasi delivery kena komisi yang dipotong sebelum uangnya sampai ke kamu. Besarnya beda-beda tergantung platform, jenis kemitraan, dan promo yang kamu ikuti, jadi cek angka di dashboard mitra atau kontrak kamu sendiri. Buat gambaran, anggap saja komisinya 20% (ini cuma contoh, bukan angka resmi platform mana pun).
- Satu es kopi susu dijual Rp 25.000 di aplikasi. Dengan komisi contoh 20%, kamu menerima Rp 20.000.
- Kalau biaya bahan, gelas, dan es-nya Rp 9.000, sisa kotor per gelas tinggal Rp 11.000, bukan Rp 16.000.
- Kalau kamu jual 40 gelas per hari lewat aplikasi, potongan komisinya Rp 200.000 per hari, sekitar Rp 6 juta per bulan.
- Belum termasuk promo yang kamu danai sendiri supaya muncul di halaman depan aplikasi.
Angka-angka di atas contoh hitungan. Masukkan angka tokomu sendiri, atau pakai kalkulator komisi GoFood di Epidom buat lihat berapa yang tersisa per menu setelah komisi. Sering kali menu yang kelihatan laris ternyata marginnya tipis banget setelah dipotong.
Soal data pelanggan: yang sering kelupaan
Selain komisi, ada hal kedua yang jarang dihitung: data pelanggan. Siapa yang pesan, kapan, pesan apa, itu tetap dipegang platform. Kamu nggak bisa langsung bilang ke pelanggan yang minggu lalu suka banget sama menu barumu bahwa besok ada menu baru lagi. Pelanggan itu, di mata aplikasi, adalah pelanggan aplikasi, bukan pelangganmu.
Siapa yang layak dipindah ke kanal sendiri
Jangan coba memindahkan semua orang. Fokus ke pelanggan yang sudah punya alasan kuat buat balik:
- Pelanggan langganan yang pesan minimal dua atau tiga kali sebulan
- Kantor atau komunitas sekitar yang sering pesan buat banyak orang
- Orang yang sudah follow Instagram atau WhatsApp tokomu
- Pelanggan yang makan di tempat dan kadang minta diantar kalau lagi malas keluar
Pelanggan baru yang cuma ketemu kamu lewat aplikasi biarkan di aplikasi. Itu memang fungsi aplikasi: jadi iklan yang bayarnya per pesanan.
Kanal langsung: bukan pengganti, tapi tambahan
- Halaman toko sendiri dengan menu lengkap, jam buka, dan tombol WhatsApp, yang bisa ditaruh di bio Instagram, QR code di meja, atau status WhatsApp
- Link GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood tetap bisa dipasang di halaman yang sama, jadi pelanggan yang lebih suka aplikasi tetap punya jalan
- Pesanan online lewat link sendiri (paket POS di Epidom, ada uji coba gratis 14 hari) nggak kena komisi platform. Pembayarannya dilakukan di kasir, dan kasir dapat pemberitahuan tiap ada pesanan baru
- Kontak langsung lewat WhatsApp buat pesanan berulang atau pesanan besar
Tujuannya bukan "ngalahin" GoFood atau GrabFood. Tujuannya biar nggak 100% bergantung ke mereka buat pelanggan yang udah kenal kamu.
Langkah praktis, urut dari yang paling gampang
- Bikin halaman toko dengan menu, foto, dan harga. Halaman toko dan menu QR di Epidom gratis selamanya, dan ini belum menerima pesanan online.
- Taruh link dan QR code di tempat pelanggan sudah ketemu kamu: bio Instagram, meja, kemasan, nota, dan stiker di kantong bungkus.
- Tambahkan tulisan kecil di kemasan pesanan aplikasi: pesan langsung lewat WhatsApp atau link kami buat lain kali. Jangan menjanjikan diskon besar, cukup kasih tahu kanalnya ada.
- Kalau volume pesanan langsung sudah cukup banyak, aktifkan pesanan online (paket POS) supaya pesanan dari link masuk ke antrean kasir, bareng pesanan dari pelanggan yang datang langsung.
- Catat pesanan dari aplikasi delivery di kasir sebagai kanal tersendiri. Di paket Operations, laporan keuangan menampilkan omzet dan komisi tiap platform, jadi kamu bisa lihat angka sebenarnya.
Perlu dicatat: Epidom tidak tersambung langsung ke GoFood, GrabFood, atau ShopeeFood. Pesanan dari aplikasi tersebut kamu masukkan sendiri di kasir sebagai kanal terpisah. Gunanya buat pembukuan, supaya omzet dan komisi per platform kelihatan jelas.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menaikkan harga di aplikasi terlalu tinggi sampai pelanggan kabur. Naikkan sedikit saja, dan hitung dulu lewat kalkulator.
- Berhenti total dari aplikasi sebelum kanal sendiri jalan. Aplikasi tetap sumber pelanggan baru, jangan dimatikan dulu.
- Menyebar link tapi menunya nggak rapi, fotonya buram, atau stok habis tapi tampil tersedia. Pakai tombol habis supaya menu yang kosong nggak bisa dipesan.
- Nggak ada yang jaga pesanan langsung. Kalau pesanan masuk tapi baru dibalas satu jam kemudian, pelanggan balik ke aplikasi.
- Menjanjikan pembayaran online di link toko. Saat ini pesanan dari halaman toko dibayar di kasir, jadi sampaikan dengan jelas supaya pelanggan nggak bingung.
Contoh sehari di kafe kecil
Bayangkan kafe dengan 60 pesanan per hari: 20 lewat aplikasi delivery, 40 dari pelanggan yang datang. Tiap sore, barista menaruh kartu kecil di kantong pesanan aplikasi berisi nama kafe dan link halaman toko. Dua minggu kemudian, beberapa langganan kantor mulai menghubungi lewat WhatsApp dari tombol di halaman toko. Mereka tetap pesan lewat aplikasi di hari-hari tertentu, tapi pesanan rutin mingguan pindah ke kanal sendiri. Perubahannya kecil, tapi berulang tiap minggu, dan itu yang membuat hasilnya terasa.
Satu hal lagi: jaga kualitas yang sama di semua kanal. Pelanggan yang pindah dari aplikasi ke kanal sendiri membawa harapan yang sama soal rasa, kemasan, dan kecepatan. Kalau kanal sendiri terasa lebih ribet dari aplikasi, mereka akan balik ke aplikasi, dan itu wajar.
Cara mengukur apakah berhasil
Cukup pantau tiga angka tiap bulan: berapa pesanan yang masuk lewat link sendiri, berapa persen dari total pesanan delivery, dan berapa komisi yang berhasil nggak terpotong. Kalau dalam tiga bulan porsi kanal sendiri naik walau pelan, itu sudah benar. Nggak perlu sampai 50%. Bahkan kalau seperlima pesanan delivery pindah ke kanal sendiri, selisihnya terasa di akhir bulan.
Mulai dari mana pun yang paling gampang buatmu: hitung komisi, rapikan menu, dan bagikan satu link. Dua kanal bisa jalan bareng, dan kamu yang pegang kendali atas pelangganmu sendiri.